🔰 DOA MEMINTA PERLINDUNGAN DARI BALA YANG BERAT 🔰


🔰 DOA MEMINTA PERLINDUNGAN DARI BALA YANG BERAT 🔰

 

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
🌸 ~ Allahumma Inna Na’udzubika Min Jahdil Balaa’ wa Darokisy-Syaqoo’ wa Suu-il Qodhoo’ wa Syamaatatil A’daa’ ~

🌼 Ya Allâh, kami berlindung kepada-Mu dari beratnya musibah yang tak mampu ditanggung, dari datangnya sebab-sebab kebinasaan, dari buruknya akibat apa yang telah ditakdirkan, dan gembiranya musuh atas penderitaan yang menimpa.  [Muttafaq ‘alaih]
[HR. Al-Bukhâri, kitab ad-Da’âwât bab at-Ta’awwudz min jahdil balâ’ 6/75, Dar Thauqin Najât dan Muslim, kitab adz-dzikr wa ad-du’â wa at-taubah wa al-istighfâr bab at-ta’awwudz min sû’il qadhâ’, no 2707 hlm. 1452 Darul Mughni KSA cet. 1 th. 1419 H/1998].
🔺 Fawa’id 
• Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allâh Azza wa Jalla dari empat hal tersebut di atas
• Ketika seorang hamba meminta perlindungan kepada Allâh Azza wa Jalla dan berdoa kepada-Nya berarti ia menampakkan betapa ia fakir, membutuhkan Allâh Azza wa Jalla dan hamba tersebut merendahkan diri kepada Rabbnya
• Berlindung dari ketentuan takdir yang berdampak buruk, tidak bertentangan dengan sikap ridha terhadap ketentuan takdir Allâh Azza wa Jalla . Karena meminta perlindungan dari ketentuan takdir yang buruk juga merupakan ketentuan takdir Allâhk . Allâh Azza wa Jalla bisa saja mentakdirkan suatu bala’ kepada seseorang, namun Allâh Azza wa Jalla juga mentakdirkan bahwa bila ia berdoa, Allâh akan hilang bala’ tersebut.
• Perlunya berlindung dari bala yang begitu berat. Karena di samping berat untuk ditanggung, kadang juga menyebab kelalaian terhadap sebagian perintah agama. Terkadang hatinya merasa tertekan menanggung cobaan ini, sehingga ia tidak bisa bersabar. Ini menyebabkan dosa.
• Kita juga diperintahkan agar berlindung dari datangnya sebab-sebab kebinasaan. Yaitu kepayahan yang begitu menghimpit dan mara bahaya yang berat; baik yang menimpa badan, keluarga atau harta. Kadang juga sebab-sebab kesengsaraan dalam urusan ukhrawi yaitu adanya siksa dan tanggungan di akhirat disebabkan dosa yang diperbuat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari hal tersebut karena itu adalah bala dan cobaan yang paling klimaks. Dan orang yang diuji dengan itu, seringkali ia tidak sabar, sehingga ia mendapatkan kesusahan di dunia dan siksa di akhirat.
• Ini termasuk doa yang lengkap. Karena hal yang dibenci manusia bisa dilihat dari sisi asal mulanya, yakni buruknya akibat dari apa yang ditakdirkan. Atau bisa dilihat dari sisi akhirat, yaitu tertimpa kebinasaan. Karena kesengsaraan akhirat sejatinya adalah kebinasaan hakiki. Atau dari sisi penghidupan. Hal ini bisa dari sisi orang lain, yaitu bergembiranya musuh atas musibah yang menimpa kita. Atau dari sisi dirinya sendiri, yaitu beratnya musibah yang melanda.
[Tuhfah adz-Dzâkirîn, asy-Syaukani Muassasah al-Kutub  ats-Tsaqafiyyah 1408/1988 hal 381;  Mir’âtul Mafâtîh Syaikh Ubaidullah Al-Mubarakfuri 8/214].
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun XIX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
〰〰〰〰〰〰〰

🌐 Sumber: https://almanhaj.or.id/6925-doa-meminta-perlindungan-dari-bala-yang-berat.html | 🔖 nia ummu Farah | copas for MT. Al-Hujjah, MT. As-Sunnah, MT. As-Shalihah | #indahnyaIslam #indahnyaSunnah
❃❀❃ 🍃🍂🍃 ❃❀❃

Advertisements

Sekedarnya

Cinta dunia, sekedarnya. 

Cinta manusia, sewajarnya. 
Cintai Allah Azza wa Jalla, segalanya 💟

Dengan mentaati perintah Nya, menjauhi larangan Nya, menjalankan Syari’at Nya.
Cintai Rasulullah ﷺ sebanyaknya 💝

Dengan menjalankan sunnah nya, menjalankan ibadah sesuai tuntunan beliau ﷺ 
Cintai Agama ini sepenuh hati dan jiwa,

perbuatan, dan raga, bukan hanya kata-kata 

pun hanya tampilan fisik semata 
〰〰〰〰〰

🔖nia ummu Farah | #indahnyaIslam #indahnyaSunnah #note2myself #positiveLife #cinta⚘

Larangan Safar Tanpa Mahram

🚘 LARANGAN SAFAR TANPA MAHRAM BAGI WANITA MESKI UNTUK HAJI DAN UMROH
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَم، وَلاَ يَدْخُلُ عَلَيْهَا رَجُلٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ فِي جَيْشِ كَذَا وَكَذَا وَامْرَأَتِي تُرِيدُ الْحَجَّ فَقَالَ اخْرُجْ مَعَهَا 
⛵ “Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahram, dan janganlah masuk menemuinya seorang laki-laki kecuali ada mahram bersamanya. Maka berkatalah seseorang: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ingin mengikuti jihad bersama pasukan ini dan itu, sedangkan istriku ingin melaksanakan haji? Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Pergilah bersama istrimu.” [HR. Al-Bukhari dari Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu’anhuma]
📝 #BEBERAPA_PELAJARAN:
1. Kewajiban safar disertai mahram bagi seluruh wanita, bahkan untuk perjalanan ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam sekali pun, maka seorang wanita yang belum memiliki suami atau mahram yang dapat menemani perjalanan ibadah haji, termasuk wanita yang belum mampu melaksanakan haji; belum wajib atasnya haji. 
2. Hadits ini umum, tidak memberikan pengkhususan, apakah untuk wanita muda atau tua, maka hukumnya berlaku umum baik muda atau tua, cantik atau tidak. 
3. Keumuman hadits ini juga mencakup satu orang wanita atau lebih, meski sebagian wanita memiliki mahram, bagi yang tidak memiliki mahram tidak boleh turut serta bersama mereka. Adapun pendapat yang membolehkan tanpa mahram dengan syarat bersama beberapa orang wanita yang terpercaya, adalah pendapat yang lemah karena bertentangan dengan hadits ini. 
4. Keumuman hadits ini mencakup safar yang aman maupun tidak aman. 
5. Keumuman hadits ini juga mencakup safar yang terdapat beban (masyaqqoh) seperti di masa lampau dengan menggunakan hewan atau berjalan kaki, maupun tanpa beban atau sedikit beban, seperti di masa ini dengan menggunakan pesawat terbang dan berbagai kemudahan lainnya. 
6. Keumuman hadits ini juga mencakup safar yang jauh maupun yang dekat, perjalananannya singkat maupun panjang, selama masih masuk dalam kategori jarak safar, hukum ini berlaku. 
7. Kewajiban ini berlaku juga bagi suami dan mahramnya, jika seorang suami membiarkan istrinya atau seorang ayah membiarkan anak perempuannya pergi tanpa mahram maka mereka pun berdosa, bukan hanya si wanita tersebut. 
8. Tidak dibenarkan seorang wanita berdua-duaan dengan laki-laki asing tanpa disertai mahram, termasuk ketika berkendara di mobil, tidak dibenarkan seorang wanita berdua-duaan dengan sopir laki-laki, meskipun perjalanannya tidak termasuk jarak safar. 
9. Mahram bagi wanita maksudnya adalah orang yang haram dinikahi selama-lamanya, bukan mahram sementara seperti saudara ipar. Maka termasuk kebatilan dan kedustaan adalah apa yang dilakukan sebagian jama’ah haji dan umroh, yaitu mengadakan perjanjian “Mahram Sementara” padahal mereka tidak memiliki hubungan mahram.
10. Wanita boleh safar tanpa mahram dalam empat kondisi:
✅ Pertama: Apabila mahramnya wafat di perjalanan, dalam keadaan jauh dari negerinya. 
✅ Kedua: Apabila seorang wanita wajib berhijrah dari negeri kafir dan tidak ada mahram yang dapat menemani, karena tinggalnya di negeri kafir lebih besar mudaratnya daripada safar tanpa mahram.
✅ Ketiga: Apabila harus menjalani hukuman zina bagi orang yang belum nikah, yaitu diasingkan namun ia tidak memiliki mahram.
✅ Keempat: Apabila Hakim Pengadilan Syari’ah mengharuskan kedatangannya setelah adanya penetapan tuduhan terhadapnya, sedangkan ia tidak di negerinya dan tidak ada mahram yang dapat menemani.
📋 SIAPA SAJAKAH MAHRAM SEORANG WANITA?
Mahram (yang haram dinikahi) bagi seorang wanita dilihat dari tiga sisi: 
➡ PERTAMA: KEKERABATAN
Mahram karena kekerabatan ada tujuh: 
1) Bapak, kakek dan seterusnya ke atas, baik dari pihak bapak maupun ibu .
2) Anak, cucu dan seterusnya ke bawah, baik cucu dari anak laki-laki maupun anak perempuan.
3) Saudara sebapak dan seibu, saudara sebapak saja maupun seibu saja .
4) Keponakan (anak saudara laki-laki sebapak dan seibu, saudara sebapak saja maupun seibu saja).
5) Keponakan (anak saudara perempuan sebapak dan seibu, saudara sebapak saja maupun seibu saja).
6) Paman (saudara laki-laki bapak, mencakup saudara sebapak dan seibu, saudara sebapak saja maupun seibu saja) .
7) Paman (saudara laki-laki ibu, mencakup sebapak dan seibu, saudara sebapak saja maupun seibu saja).
➡ KEDUA: PERSUSUAN
Mahram karena persusuan ada tujuh seperti mahram karena kekerabatan. 
➡ KETIGA: PERNIKAHAN
Mahram karena pernikahan ada empat: 
1) Anak-anak suami dan seterusnya ke bawah, sama saja apakah itu anaknya juga ataupun anak tiri. 
2) Mertua (bapak suami, kakek suami dan seterusnya ke atas, mencakup kakek dari sisi bapaknya maupun ibunya). 
3) Menantu (mencakup suami anak maupun suami cucu dan seterusnya ke bawah jika telah terjadi akad nikah, meskipun pernikahan mereka telah berakhir karena kematian, talak maupun menjadi rusak akadnya, hubungan mahram tetap ada). 
4) Suami ibu, suami nenek dan seterusnya ke atas, menjadi mahram ketika telah berhubungan suami istri, tidak sekedar akad saja, sehingga jika mereka bercerai sebelum berhubungan suami istri maka tidak ada hubungan mahram. 
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم 
🌐 Sumber: 

http://sofyanruray.info/larangan-safar-tanpa-mahram-bagi-wanita-meski-untuk-haji-dan-umroh/
════ ❁✿❁ ════
➡ *Bergabunglah di Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah* ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr

📲 Gabung Group WA: 08111377787

🌍 Fb: http://www.fb.com/sofyanruray.info

🌐 Website: http://www.sofyanruray.info

📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo

🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah

📒 #Muslimah_Shalihah

📙 #Mutiara_Sunnah

Agama Bukan untuk Diperdebatkan


💞 …karena Agama ini Bukan untuk Diperdebatkan 💞
Agama ini milik Allah Azza wa Jalla 

Hadir di muka bumi Allah dengan sempurna 

Lengkap dengan seluruh syari’at yang mengatur semua printilan kehidupan manusia 
🌼 Kewajiban kita adalah TAAT

Jalani yang diperintahkan Allah Ta’ala, pahalalah ganjaran dariNya

Jauhi apa yg dilarang; amatlah keras siksa Nya 
🌻 Kewajiban kita adalah ITTIBA’

Jalani ibadah sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

Jauhi segala bentuk bid’ah, apa yg tidak di contohkan Rasul Nya 
🌼 Kewajiban kita adalah SAMPAIKAN KEBENARAN 

Yang datang dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya 

Bagaimana pun pahit, terasing dan sendiri nya kita 
🌻 JAUHI PERDEBATAN. Walaupun kita benar.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ
“Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meningalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meningalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya.” [HR. Abu Dawud, no. 4800; dishahîhkan an-Nawawi dalam Riyâdhus Shâlihîn, no. 630 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albâni di dalam ash-Shahîhah, no. 273]

🔎 Sumber: https://almanhaj.or.id/3360-bicara-tanpa-pahala.html
🌼 TETAP SANTUN dan BERAKHLAK BAIK.

Do’akan mereka agar Allah Ta’ala bukakan hati dan beri Hidayah 

Karena sekeras apapun kita ingin, hanya Allah Azza wa Jalla yang mampu menghadirkan Hidayah dalam hati mereka 
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ٨:٥٦
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. [Al Qashash/28 : 56]
Jadi….

Agama Islam adalah Agama yang Sempurna, 

Yang tidak butuh perdebatan dari makhluk-Nya 
🔖 nia ummu Farah | 7Sya’ban1438H / 3Mei17 | #indahnyaIslam #indahnyaSunnah #note2myself #positiveLife #Agama #Islam #Sempurna #jauhidebat ⚘

Teman, Sahabat

Teman, sahabat, 

Bisa mewarnai diri dan tabiat 
Bisa menjadikan diri ini terhadap Allah Ta’ala menjauh atau mendekat 

Bisa menjadikan diri ini terlepas ataukah memperoleh Syafa’at   

Bisa menjadikan diri ini selamat ataukah terlaknat di Akhirat 
Hidup ini Pilihan

Mau jadi Baik atau Buruk di hadapan Allah Azza wa Jalla 

Mau maju, mundur, lurus, belok kiri, kanan

Ya … monggo sak penak sampeyan 
Karena semua Pilihan

Akan dipertanyakan 

Akan dipertanggung jawabkan

.

.

.
💐 Allah Ta’ala PUNYA SEMUA CATATAN ✔
〰〰〰〰〰

 🔖nia ummu Farah | 15 Sya’ban 1438H | 12 MEI’17 | #indahnyaIslam #indahnyaSunnah #note2myself #positiveLife #hidupItuPilihan ⚘ 
❃❀❃ 🍃🍂🍃 ❃❀❃

Sehat Tanpa Riba

SEHAT TANPA RIBA ⚘

Sehat tanpa asuransi riba.
Mustinya Bisa ; Harus Bisa

Dan pasti Bisa … 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

💞 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 278)
فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

💞 “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 279)
.

.

.
Karena apa yg Allah Azza wa Jalla nyatakan perang terhadapnya 

Ngga pernah memberikan manfaat kepada kita 
#indahnyaIslam #indahnyaSunnah #note2myself #positiveLife #SehatTanpaRiba ⚘

🔖 nia